Kamis, 15 April 2010

SEJARAH KELAS 8

BAB 3. PERISTIWA - PERIATIWA SEKITAR PROKLAMASI & PROSES TERBENTUKNYA NKRI


PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA


Latar Belakang :

  1. Restorasi Meiji : pembaharuan besar-besaran ekonomi & politik Jepang pd pemerintahan Tenno Meiji dengan menempatkan Jepang sbg negara industri & imperialis modern (haus akan kekuasaan ekonomi, sos-pol, teritorial) yg berakibat perubahan haluan politik Jepang : dari menutup diri trhdp pengaruh asing mjd imperialis (berusaha membangun suatu wilayah kekuasaan di Asia Pasifik)

    • 7 Des 1941: Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawaii untuk menyingkirkan saingan kuatnya dlm menguasai kawasan Asia Pasifik

    • Jepang mengusir kolonialis di kawasan AP

    • Membagi kawasan AsTeng dlm 2 wil:

      • A : koloni Ing, Bel, ASMalaya, Kalut, Filipina, Ind

      • B : koloni PrancisVietnam, Laos, Kamboja

  2. Berdasarkan kebijakan imperialis Hakko-ichi-u, Jepang ingin menjadikan Asia sbg kesatuan wilayah di bwh pimpinannya. Cara:

    • Mempropagandakan diri dg mengaku sbg saudara tua rakyat Ind

    • Mempropagandakan Perang Pasifik sbg Perang Asia Timur Raya

    • Mempropagandakan Gerakan Tiga A (Mr. Syamsudin): Jepang Cahaya Asia, Pelindung, Pemimpin. Isi: jika jepang menang dlm perang,maka bangsa2 Asia akan dibebaskan dr penjajahan bangsa Barat ; ingin menciptakan kemakmuran bersama. Tujuan: menarik simpati rakyat

  3. Jepang amat membutuhkan bahan mentah utk industri perang & pertahanannya yg trdpt di Asia, trmsk IndJepang ingin membendung pengaruh imperialisme Barat di daerah2 yg dijajah bangsa Barat, trmsk Ind

Tujuan:

  1. Ingin menjadikan AsTeng sbg sumber bahan mentah utk industri perang & pertahanannya/militer

  2. Agar rakyat Ind dpt membantu Jepang memenangkan perang melawan sekutu/imperialisme Barat dlm Perang Dunia II

Proses & Pengaruh:

8 Maret 1942: Letnan Jenderal Ter Poorten, panglima angkatan perang HB menyerah kpd pasukan Jepang di bwh pimpinan Jenderal Imamura di Kalijati, Subang, Jabar.

Jepang memotong garis perbekalan musuh di wil Asteng dg membadi wilayah Ind ke dlm 3 wil pemerintahan militer :

  1. I ( Jawa & Madura) : diperintah Angkatan Darat/Tentara XVI Rikugun yg berpusat Jakarta

  2. II ( Sumatera) : diperintah Angkatan Darat/Tentara XXV Rikugun yg berpusat Bukittinggi

  3. III ( Kal, Sul, Mal, Bali, NT ) : diperintah Angkatan Laut/ Arrmada Selatan II Kaigun yg berpusat Makasar

9 maret 1942: ada UU yg melarang keg pol yg bertentangan dg kep pemerintah

Jepang mengizinkan organisasi yg ditunjukkan utk kepentingan Jepang:


  1. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)

16 April 1943

Empat Serangkai: Ir. Sukarno, Drs. Moh Hatta, K.H. Mas Mansyur, Ki Hajar Dewantara

Tujuan: membujuk semua kek rakyat agar bersatu utk membantu Jepang

Pemanfaatan: Digunakan utkmencapai kemerdekaan dg membela kepentingan rakyat dr kekejaman Jepang, ex: ktika Amir Syarifuddin ditangkap Jepang dg tuduhan sbg mata2 sekutu

Pembubaran: Putera lbh bermanfaat utk rakyat Ind

  1. Jawa Hokokai ( Gerakan Kebaktian Rakyat Jawa)

Maret 1944

Langsung berada di bwh pengawasan pejabat2 Jepang

Syuisintai (Barisan Pelopor) : gerakan pemuda I Ind pd masa pendudukan Jepang yg dip kaum nasionalis sbg salh satu bag JH, Ir. Sukarno. Pemanfaatan: menanamkan semangatnasionalisme dg cara pemuda dikerahkan utk mendengarkan pidato para tokoh nasional dimana dlm pidato itu terselip kata2 yg dpt membangkitkan

3. Cuo Sangi In (Badan Pertimbangan Pusat) - 3 Sept 1943

Ketua: Ir. Sukarno

Wakil: R.M.A.A. Kusumo Utoyo & dr. Buntaran Martoatmojo

Tugas: memajukan usaha Jepang utk memenangkan perang, mengajukan usul, menjawab pertanyaan pem Jepang (pengendali pol Jepang)

Pemanfaatan: mengimbangi pol Jepang

Organisasi Islam yg tdk melakukan keg politik & keberadaannya dibiarkan Jepang:

  1. MIAI ( Majelis Islam A’la Ind)

Usaha Jepang: MIAI hrs bekerjasama dg Jepang dlm upaya mcp Lingkungan KemakmuranBersama, membantu mengumpulkan zaka, medirikan mesjid

Tujuan: menarik simpati umat Islam yg mayoritas mrup pend Ind

Pemimpin: Wondoamiseno, K.H. Mas Mansyur

Pemanfaatan: utk kep umat Islam

Akhir 1943: dibubarkan

Kemudian, tokoh MIAI membentuk

  1. Masyumi (Majelis Syuro Muslimin)

Pemimpin: K.H. Hasyim Asyhari & K.H. Mas Mansyur

Pemanfaatan: mengkonsolidasikan kekuatan orgIslam yg tlah ada, ex: SI,NU,Muh,Persis

Tugas: meningkatkan fanatisme guna mel jihad melawwan musuh

Organisasi Semi Militer: mengerahkan pemuda utk membantu Jepang menghadapi serbuan sekutu dg cara mengajarkan latihan2 semi militer / memberi pendidikan semi militer

  1. Seinedan (Barisan Pemuda) – 9 Maret 1943

Tugas: mendidik & melatih pemuda agr dpt mempertahankan tanah airnya dg kekuatan sendiri, tetapi tujuan seb adlh utk membantu Jepang menghadapi serbuan sekutu

14-22

  1. Fujinkai (Himpunan Wanita) – Agustus 1943

Para wanita 15 ke ats

  1. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)

20-25

Tugas: mendidik utk membantu tugas2 kepolisian

Organisasi Militer: mengerahkan pemuda utk membantu Jepang menghadapi serbuan sekutu dg cara mengajarkan latihan2 militer / memberi pendidikan militer

  1. Heiho (Pembantu Prajurit) – April 1944

  2. PETA (Pembela Tanah Air) – 3 Okt 1944 di P. Jawa

  3. Giyugun – di P. Sumatera

  4. Hizbullah – Des 1944

Tugas: merekrut pemuda Islam sbg basis kekuatan, mengajarkan latihan militer



PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA


1944: ked Jepang dlm Perang Dunia II terdesak krn garis pertahanannya dpt ditembus pasukan sekutu, kedudukan strategis Jepang di Ind dibom pesawat2 sekutu, moril prajurit turun, krisis eko-pol di Jepang


17 Juli 1944: Perdana Menteri Jend Hideki Tojo mundur digantikan Jend Kuniaki Koiso


7/9 Sept 1944: janji kemerdekaan kpd bangsa Ind di kelak kemudian hari pd sidang parlemen Jepang Teikoku Ginkaiagr rakyat Ind tdk mengadakan perlawanan trhdp Jepang


1 Maret 1945: Jepang membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai / Badan Penyelidik Usaha2 Persiapan Kemerdekaan Ind ( BPUPKI)

Pimpinan: dr. Rajiman Widyodiningrat

Latar Belakang: mrup langkah kongkrit I Jepang bg pelaksanaan janji Koiso

Tujuan: mempersiapkan, mempelajari, menyelidiki hal2 penting dlm pembentukan negara Ind

29 April 1945: pengangkatan & pengumuman ang BPUPKI

28 Mei 1945: diresmikan di Gedung Cuo Sangi In, Jl. Pejambon, Jakarta - dihadiri oleh Letnan Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Wilayah VII di Singapura) , Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara XVI di Jawa) – dilakukan upacara pengibaran benderaHinomaru, Mr. A.G. Pringgodigdo & Merah Putih, Toyohiko Masuda


Sidang I BPUPKI 29 Mei – 1 Juni 1945: Penyusunan Dasar Negara Ind di Gedung Cuo Sangi In, Jl. Pejambon, Jakarta

29: usulan dasar negara oleh Mr. Moh. Yamin

31: Prof. Dr. Supomo

1 Juni 1945: Ir. Sukarno – dikenal sbg Hari Lahirmya Pancasila, krn atas usul temannya, 5 asas dasar negara yg diusulkan tadi dinamakan Pancasila


Sebelum sidang II, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan : Panitia kecil yg berang 9 org

Tugas: menampung, mengolah saran & pendapat para ang mengenai dasar negara

Tokoh: Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, Abdul Kahar Muzakir, Mr. A. A. Maramis, Mr. Ahmad Subarjo, Abikusno Cokrosujoso, H. Agus Salim, Mr. Moh. Yamin, K.H. Wakhid Hasyim

22 Juni 1945: PS & 38 ang BPUPKI meng pertemuan dimana PS menyampaikan rancangan pembukaan dasar negara Ind yg diberi nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Moh. Yamin: Ketuhanan dg menjalankan syariat Islam bg pemeluk2nya,dll


Sidang BPUPKI II 10 - 16 Juli 1945: Penyusunan Hukum Dasar Negara Ind


BPUPKI membentuk Panitia Perancang UUD

Ir. Sukarno, ....19 orang

11 Juli 1945: menyetujui isi Pembukaan UUD yg diambil dr Piagam Jakarta

Kemudian, membentuk panitia kecil perancang UUD – Prof. Dr. Supomo, .... 7 orangmenyempurnakan & menyusun kembali rancangan UUD yg tlah disepakati dg merumuskan batang tubuh UUD

13 Juli 1945: hasil kerja panitia kecil disampaikan pd Panitia Perancang UUD & dibentuk panitia penghalus bahasaProf. Dr. Husein Jayadiningrat, Prof. Dr. Supomo, H. Ahus Salim

14 Juli 1945: Ir. Sukarno menyampaikan hasil kerja Panitia Perancang UUD ttg 3 hal:

  • Pernyataan Ind merdeka - konsep ini disusun dg mengambil dr alenia ke- 1,2,3 Piagam Jakarta

  • Pembukaan UUD – alenia ke-4 Piagam Jakarta

  • Batang Tubuh UUD – berisi pokok penting yg tlah disepakati: bentuk negara kesatuan, bentuk pemerintahan republik, wilayah negara sama dg Hindia-Bel, bendera nasional Sang Merah Putih, bahasa nasional Bahasa Indonesia

7 Agustus 1945: BPUPKI bubar


Kemudian, membentuk Dokuritsu Junbi Inkai / Panitia Persiapan Kemerdekaan Ind (PPKI), yg kemudian meresmikan pembukaan & batang tubuh UUD 1945

Tugas: melanjutkan hasil kerja BPUPKI, menyiapkan pemindahan kekuasaan dr pihak Jepang kpd Ind


PERISTIWA2 SEKITAR PROKLAMASI


Akhir Juli 1945: tentara Jepang wil selatan mengadakan rapat di Singapura. Keputusan: pemberian kemerdekaan Ind pd 7 Sept 1945

7 Agustus 1945: Marsekal Darat Terauchi menyetujui pembentukan PPKI


9 Agustus 1945: Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, dr. Rajiman Widyodiningrat dipanggil ke Dalath, Vietnam oleh Marsekal Darat Terauchi menyampaikan keputusan pem Jepang utk memberikan kemerdekaan kpd bangsa Ind & dilantik sbg ketua dean wakil ketua PPKI


6 Agustus 1945: sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hirosima


9 Agustus 1945: sekutu menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki, akibatnya tgl pemberian kemerdekaan diubah mjd 24 Agustus 1945


15 Agustus 1945: tiba di Jakarta , Jepang menyerah tanpa syarat kpd sekutu krn 6,9 Agustus 1945 sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hirosima & Nagasaki

15 Agustus 1945 pukul 20.00 WIB: para pemuda,dipimpin Chairul Saleh melakukan pertemuan di slh satu ruangan Lembaga Bakteriologi, Jl. Pegangsaan Timur No.17, Jakarta. Keputusan:

  1. mendesak Sukarno-Hatta utk memproklamasaikan kemerdekaan pd16 Agustus 1945

  2. menunjuk Wikana, Darwis, Subadio utk menemui Sukarno-Hatta & menyampaikan keputusan rapat dg catatan , kemerdekaan tdk diproklamasikan mll PPKI

  3. membagi tgs kpd para mahasiswa , pelajar, pemuda di sluruh Jakarta utk merebut kekuasaan dr tangan Jepang

Pertimbangan:

    1. S-H adalah 2 pemimpin berwibawa di mata rakyat Ind, sehingga proklamasi kemerdekaan yg dilaksanakan oleh mereka akn mndpt dukungan dr sluruh rakyat Ind

    2. proklamsi kemerdekaan hrs dilaksanakan dg kekuatan sendiri tanpa pengaruh pihak manapun, utk mengangkat wibawa negara Ind

15 Agustus 1945 pukul 22.00 WIB: WDS menemui Ir. Sukarno di rmhnya, Jl. Pegangsaan Timur No.56, Jakarta utk menyampaikan keputusan rapat no.1. Jika tidak, Wikana memberitahukan mungkin akan trjd pertumpahan darah. Tetapi, ditanggapi S-H dg mengatakan harus membicarakan terlebih dahulu ttg proklamasi kemerdekaan dlm rapat PPKI 18 Agustus 1945

15 Agustus 1945 pukul 24.00 WIB: para pemuda mengadakan pertemuan lagi di Asrama Baperpi Jl. Cikini No.71, Jakarta. Keputusan: para pemuda hrs membawa S-H ke Rengasdengklok dg pertimbangan: proklamasi kemerdekaan yg lepas dr pengaruh Jepang hrs ttp dilaksanakan & utk menjauhkan S-H dr pengaruh & tekanan Jepang, sehingga berani memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang


Peristiwa Rengasdengklok: peristiwa mengamankan S-H ke luar Jakarta, Rengasdengklok utk menjauhkan S-H dr pengaruh & tekanan Jepang, sehingga berani memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang

Mengapa memilih Rengasdengklok sbg tempat u tk mengamankan SH?

karena perhitungan militer. Rengasdengklok yg terletak 15 km utara Karawang, Jabar dr jalan raya Jakarta-Cirebon, sehingga gerakan tentara Jepang dr Jrta, Bndung, Jateng yg menuju Rengasdengklok akn segera diketahui & telah terjalin kerja sama yg baik antara pasukan PETA Jakarta dgn Rengasdengklok utk menghadpai segala kemungknan serangan Jepang.


16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB: Ir. Sukarno, Ibu Fatmati, Guntur – Drs. Moh. Hatta, para pengawalnya dibawa para pemuda ke Rengasdengklok dipimpin Syodanco Singgih, Daidan PETA Jkarta, Daian/Batalyon PETA dg alasan semangat rakyat akn kemerdekaan dpt mengancam S-H apbila masih berada di Jakarta.

Tujuan: menjauhkan S-H dr pengaruh & tekanan Jepang , mempercepat tanggal proklamasi kemerdekaan Ind

Penyebab: perpedaan sikap gol tua dan muda ttgkpn saat yg tepat utk memproklamasikan kemerdekaan sbg reaksi trhdp kekalahan Jepang

Keputusan:

  1. proklamasi akn dilaksanakan tanpa campur tangan Jepang & bersedia memproklamasikan kemerdekaan segera setelah kembali ke Jakarta

16 Agustus 1945: ada pertemuan antara gol tua yd diwakili Mr. Ahmad Subarjo & gol muda yg diwakili Wikana di Jakarta.

Keputusan:

  1. proklamasi kemerdekaan harus dilakukan Jakarta pd 17 Agustus 1945, sebelum pukul 12.00 WIB

kemudian, Mr. Ahmad Subarjo segera menjamput S-H di Rengasdengklok diantar Yusuf Kanto, wakil pemuda & Sudiro, sekertaris pribadinya

16 Agustus 1945 pukul 17.30 WIB: AS,dll tiba di Rengasdengklok & AS memberi jaminan dg taruhan nyawanya bhw proklamasi kemerdekaan akn dilaksanakan pd 17 Agustus 1945, sehingga para pemuda & Shodanco Subeno, Daidan PET A Rengas melepaskan S-H kembali ke Jakarta


Sikap Kalangan Tua: ang PPKI

Sikap Kalangan Mudakel radikan (mahasiswa, pemuda, PETA, kel bawah tanah)

  1. Berpendapat: cepat / lambat kemerdekaan diproklamasikan bkn masalh penting, masalah penting adlh kemerdekaan hrs diprsiapkan scr matang, dibicarakan dlm rapat PPKI


  1. Tidk mempersoalkan apakah kemerdekaan Ind pemberian Jepang / bukan, cenderung menyesuaikan diri dg ketentuan pem mil Jepang ttg tanggal proklamasi kemerdekaan, yaitu 24 Agustus 1945 krn khawatir akn terjadi pertumpahan darah bila melanggar ketentuan itu

  1. Ingin kemerdekaan Ind diproklamasikan secepat mungkin, sehingga terus mendesak S-H agar segera memproklamasikan



  1. Kemerdekaan harus lepas dr pengaruh Jepang, agar menimbulkn kesan bhw kemerdekaan itu merup hasil perjuangan rakyat Ind sendiri, sehingga wibawa rakyat Ind terangkat


PROSES PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA


16 Agustus 1945 pukul 23.00 WIB: S-H tiba dari Rengas di Jakarta.

Pertemuan anggota PPKI dan para pemuda utk membahas persiapan proklamasi kemerdekaan, yi Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan

Hotel des Indes, Jl. Gajah Mada: hotel yang dituju semula, tapi tidak jadi karena tidak menginzinkan kegiatan apapun selepas 22.30 & pagi sebelumnya juga tlh direncanakan pert ang PPKI, tetapi pihak Jepang melarang

Tempat: rumah Laksamada Muda Maeda, perwira angk laut Jepang yg simpati trhdp bangsa Ind Myakodori (Nassau Boulevard), Jl. Imam Bonjol No. 1, Jkt, dipinjam oleh Mr. Ahmad Subarjo. Di ruang makan

Orang: pemuda, Sukarni, Sudiro, B.M. Diah, S, H, Ahmad Subarjo

Hasil: kalimat I rumusan: buah pikir Sukarno & Ahmad Subarjo, diambil dr teks Pemb UUD

kalimat II : Moh. Hatta

diperoleh rumusan tulisan tangan Sukarno

17 Agustus pukul 04.00 WIB: Sukarno membadcakan rumusan naskah prok kem di serambi muka & lansung disetujui tokoh2 lain

Mendatangani Teks: usul SH→semua yang hadir selaku wakil2 bangsa Ind. Sukarni→SH sbg wakil dan atas nama bangsa Ind, krn dikenal sbg pemimpin utamabangsa

Teks Resmi: teks prk yang diketikSayuti Melik berdasarkan tulisan tangan Sukarno & dittandatangani SH

Tempat dibacakan: Sukarni→rakyatJakarta tlh diserukan utk berkumpul d Lap Ikada (Lap. Monas). Sukarno→di rumah kediamannya agr tidk timbul bentrokan rakyat dg penguasa militer Jepang, hal cukup luas utk ratusan org, Jl. PEgangsaan Timur No. 56


Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan

17 Agustus pukul 04.30 WIB: selesai merumuskan teks proklamsi.

  1. Pulang

  2. Membagi pekerjaan dlm kelompok

  3. Mengirimkan kurir2 kpd masy utk memberitahukan proklamasi tlh tiba

  4. Kel pemuda bemarkas di Jl. Bogor Lama mencari mengatur penyiaran berita proklamasi, menyebarkan pamflet di Jakarta dan sekitarnya, pengeras suara, mobil2, agr massa ikut menyaksikan pembacaan

  5. Kel. Pemuda membanjiri Lap. Ikada. Pasukan Jepang bersenjata lengkap menjaga ketatLap Ikada sejak pagi hari krn telah mencium isu adanya keg penting

  6. Sudiro, pimpinan Barisan Pelopor hadir di Lap. Kembali melapor ttg situasi pada dr. Muwardi, Kepala Keamanan. Mendapat penjlsan bhw pelaksanaan prokl tdk dil di lap. Kembali ke lap & memberitahukan hal tsb pd kelompok2 muda























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar